Hanya titik….

Aku dan kau tahu, waktu tidak bisa diputar kembali. Kita mungkin bisa memutar ulang kenangan, tapi mungkin tidak ada yang bisa menghentikannya di tempat yang sama. Alur itu sudah berbeda.

Di sini sepi. Tidak seperti di sana—dulu. Tapi satu hal yang harus aku syukuri kini, kota ini masih menyimpan kenangan-kenangan tempo dulu—tidak terkontaminasi waktu.
Di sini sepi. Memang. Tapi aku masih akan kembali ke kota ini.
aneh memang…harusnya kembali ke kota kelahiran adalah sebuah kebanggaan…
tetapi selalu terselip rasa perih ketika melewati kelokan itu…..
selalu melenakan bahkan hampir membutakan ketika mencium aroma daging yang di bakar per butir….yang biasa di makan pagi,sebelum kita pulang……
hanya kangen dengan ibu…dan menengok makam almarhum ayah yang membuat jalan itu kembali harus terlewati……..
kalo tidak….ingin sekali menghindari…..
sumedang….(tetap dingin seperti biasanya)

About budihadrat

mengalir saja
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s