Ramli …orang itu masih seperti dulu

kejadian ini sudah sekitar 2 bulan yang lalu tapi ga ada salahnya di share …

pelajaran hidup bisa datang dari siapa saja….tak perlu sekelas professor untuk membuat hidup ini lebih berarti dan bermakna

ramli….ya namanya ramli….nama yang sebenarnya aku lupa,karena sudah lama dan dianggap ga penting juga..

ia mengingatkanku tentang arti tulusnya sebuah persahabatan dan amal baik,di tengah pongah dan angkuhnya orang-orang yang terlalu sibuk mengejar gaya hedonisnya…

di stasiun kereta tepatnya ,ketika bersusah payah mendatangi loket dengan antri,dan pas di depan loket setelah perjuangan berbau keringat ,senyum ramah petugas menyapa palsu dan seolah berkata….kesian…kesian… loket yang anda pesan untuk kota tujuan anda telah SOLD OUT…(terkadang berpikir pengen punya kereta api dan jalannya sendiri) tapi masih menghargain PT.KAI sih….kasian kalo mereka punya saingan….udah lama monopoli pasti belum siap bersaing

waktu yang membuat semua terasa terburu-buru,akhirnya berpikir bahwa ga mungkin pake kereta api (panas jg sih…) mending pake pesawat walopun agak mahal tapi kan di biayai negara juga…sejenak beranjak cepat menuju mobil yang terparkir di halaman depan stasiun sampai dikagetkan oleh suara panggilan ,yang tentunya saja namaku yang dipanggil makanya aku menoleh…..

sampai sesosok orang yang pernah begitu familier tapi sumpah namanya lupa…dia meyakinkan dirinya bahwa orang yang dia panggil adalah benar…

ketika obrolan sudah agak banyak…walo dalam pikiran saya belum berhasi mengingat…”who is he..?”,mungkin ngeliat gelagat itu orang tersebut bertanya…? sampean sebenernya ga inget kan siapa nama saya…?

dengan agak tersipu,seperti anak kecil nyolong barang ketahuan,akhirnya aku jujur dan minta maaf,saya inget anda tapi maaf ga inget nama….dia bilang tegas….RAMLI….

dia bilang kalo dia sudah lama mencari saya setelah dahulu pernah akrab,hanya untuk mengucapkan terimaksih atas bantuan yang pernah saya berikan ke dia,yah walopun ga besar dan saya sama sekali sudah gak inget,tapi dia berkata bantuan yang pernah dia berikan sangat bermanfaat buat kesembuhan bapaknya waktu itu….ga  lupa dia mendoakan saya dan keluarga….haru rasanya

yah….ramli…yang dengan bangga membiayai keluarga kecilnya dengan menarik beca dan menjadi kuli panggul di stasiun itu telah mengajari saya arti ketulusan dan bagaimana berterima kasih….

akhirnya perpisahan di sebuah siang di stasiun itu memberikan pelajaran hidup lainnya yang mudah-mudahan bisa memberi berkah dan warna di hidupku selanjutnya….. i’ll keep my promise…some day we will meet again..

About budihadrat

mengalir saja
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s